Mencari & Menginstall Program Open Source di Internet

Posted: Mei 30, 2011 in IT Artikel

Punyanyagesit-Tangerang Bagi para penggemar komputer yang belum mengetahui, open source adalah gerakan / aliran dalam dunia komputer yang melepas / membuka listing program / source code-nya bagi para pemakai lainnya. Artinya seseorang yang menggunakan software open source, bukan hanya terbatas sebagai pengguna saja, akan tetapi dapat melihat semua listing programnya, mempelajari cara kerja software, mengubahnya, bahkan memperbaikinya dan memberikannya kembali ke pengguna lainnya.

Salah satu yang sangat monumental dalam gerakan Open Source adalah Linux. Linux di kenal sebagai motor paling besar dalam gerakan open source ini. Bagi anda yang ingin mempelajari cara kerja program, sangat di sarankan untuk bermain dengan menggunakan Linux dan berbagai aplikasi yang di jalankan di atasnya. Jangan kaget kalau ternyata ilmu yang anda peroleh dari ngutak-ngatik software open source tersebut ternyata sangat canggih, dan sialnya tidak akan dapat di peroleh di bangku sekolah manapun di Indonesia.

Dalam tulisan ini, saya akan memfokuskan kepada teknik mencari software open source, dan menginstall-nya di komputer yang berbasis Linux Mandrake 8.0. Yang agak memberatkan kantong terutama pada saat mencari software tersebut, karena anda harus mendownload file yang cukup besar mungkin rata-rata sekitar 1-2Mbyte. Oleh karena itu sangat di sarankan untuk mengakses Internet pada jam 4-6 pagi pada saat traffic sangat rendah, sehingga kita dapat memperoleh apa yang kita inginkan dengan cepat.

Secara umum software open source biasanya akan tersimpan dalam beberapa format, yaitu:

  • RPM – format instalasi RedHat, juga dipakai oleh Mandrake, Caldera dll.
  • tar.gz – format kompresi & pembundelan file.
  • zip – format kompresi & pembundelan file, biasanya untuk Windows (bukan Linux).

Teknik Mencari Software Open Source

Secara umum teknik mencari software open source di Internet sangatlah mudah, melalui berbagai portal & search engine di Internet dalam dilakukan dengan mudah, terutama jika kita pandai memilih keyword yang benar.

Pada kesempatan ini, ada empat (4) portal / search engine yang saya pikir lumayan baik untuk tempat mencari software open source, yaitu:

Google merupakan search engine favorit saya. Asalkan kita pandai memilih keyword yang tepat, anda akan dengan mudah memperoleh apa yang anda inginkan. Beberapa contoh keyword yang akan sangat membantu, seperti:

  • linux source portal – akan memberikan daftar portal yang membawa informasi tentang source Linux.
  • Intrusion detection open source – akan memberikan berbagai software open source untuk mendeteksi cracker yang masuk ke sistem.
  • Open source firewall – memberikan daftar firewall open source.
  • Dll.

Bagi pengguna yang ingin langsung memperoleh daftar software open source yang jalan di atas Linux, ada baiknya untuk melihat-lihat portal www.linux.org à application. Di bagian application, kita dapat melihat berbagai aplikasi yang jalan di atas Linux yang sudah di bagi-bagi berdasarkan jenisnya, apakah itu administrasi sistem, multimedia, grafik, office dll.

Melalui Linux.org juga kita dapat melihat berbagai aplikasi yang favorite di kalangan penguna Linux.

Sourceforge.net merupakan tempat penyimpanan lebih dari 35.000 software project open source. Kemungkinan bagi anda untuk memperoleh software open source yang sangat baik sangat lah mungkin di sourceforge.net. Software open source bukan hanya Linux tapi juga cukup banyak yang berjalan di atas sistem operasi Windows.

Salah satu fasilitas untuk melihat software yang paling populer adalah fasilitas top projects yang di sediakan sourceforge.net. Melalui fasilitas top project anda akan lebih mudah memperoleh software yang baik.

Situs open source lain yang mungkin akan banyak membantu pencarian software open source adalah http://www.freshmeat.net.

Instalasi Software Open Source

Tergantung jenis source yang anda peroleh apakah itu dalam format RPM atau tar.gz, maka teknik instalasinya akan berbeda.

Jika anda memperoleh software dalam paket dengan ekstensi RPM, maka anda cukup beruntung karena biasanya cukup mudah untuk menginstall-nya. Biasanya paket RPM di disain untuk distribusi tertentu, misalnya RPM untuk Linux Mandrake biasanya menggunakan ekstensi mdk.rpm.

Ada dua program di Linux Mandrake yang dapat digunakan untuk menginstall paket RPM, yaitu:

  • Package manager – ada di start à configuration à packaging.
  • Software manager – ada di desktop.

Untuk menginstall sebuah paket RPM melalui package manager cukup mudah, kita tinggal menggunakan file dan mencari file RPM-nya kemudian akan di install. Biasanya package manager juga akan mencek dulu apakah paket RPM tersebut tergantung kepada paket RPM lainnya. Jika ternyata tergantung, ada baiknya menginstall juga paket RPM yang lain tersebut agar software yang kita install dapat berjalan.

Package manager sangat baik jika kita menginstall RPM yang bukan termasuk dalam distribusi CD Linux Mandrake yang kita punya, misalnya RPM software yang kita download dari Internet.

Program lain yang juga dapat digunakan untuk menginstalasi maupun mendelete RPM adalah software manager. Icon software manager dapat mudah dilihat karena terdapat pada desktop Linux pada window KDE.

Berbeda dengan package manager, software manager lebih mudah digunakan untuk menginstalasi RPM yang terdapat dalam CD distribusi Linux Mandrake. Jadi misalnya kita terlupa, atau ingin menginstalasi software tambahan yang ada di CD distribusi Linux Mandrake maka dengan mudah dapat dilakukan dengan software manager tersebut. Kita dapat melihat seluruh daftar software yang ada di CD 1 & CD 2 Mandrake yang belum sempat terinstall pada bagian installable, pemilihan dapat dilakukan dengan mengklik RPM yang kita inginkan.

Program lain yang juga dapat digunakan untuk menginstalasi maupun mendelete RPM adalah software manager. Icon software manager dapat mudah dilihat karena terdapat pada desktop Linux pada window KDE.

Berbeda dengan package manager, software manager lebih mudah digunakan untuk menginstalasi RPM yang terdapat dalam CD distribusi Linux Mandrake. Jadi misalnya kita terlupa, atau ingin menginstalasi software tambahan yang ada di CD distribusi Linux Mandrake maka dengan mudah dapat dilakukan dengan software manager tersebut. Kita dapat melihat seluruh daftar software yang ada di CD 1 & CD 2 Mandrake yang belum sempat terinstall pada bagian installable, pemilihan dapat dilakukan dengan mengklik RPM yang kita inginkan.

Jika kita ingin melihat seluruh pilihan software yang ada, kita dapat melakukan dengan mengklik flat list, bukan tree view. Anda dapat memilih secara langsung dari ribuan paket RPM yang tersedia. Cukup memabokan bagi para pemula yang baru saja menggunakan Linux, akan tetapi cukup memberikan inspirasi betapa luasnya dunia Open Source.

Setelah RPM yang kita inginkan di pilih, klik tombol install untuk menginstall RPM yang di inginkan & software open source yang di inginkan akan terinstall dengan baik.

Bagian yang tersulit untuk dilakukan adalah menginstalasi langsung dari source code software-nya, biasanya source code tersimpan dalam format  tar.gz. Untuk melakukan hal ini C compiler pada Linux Mandrake harus terinstall. Compiler C yang digunakan pada Linux Mandrake adalah gcc (GNU C Compiler).

Jika anda memang berniat akan banyak mengcompile source code, sebaiknya pada waktu pertama kali instalasi Linux Mandrake pilih paket development. Jika Linux Mandrake telah terinstall dapat juga dilakukan melalui software manager kita pilih agar paket development di instalasi, kemungkinan gagal-nya akan lebih besar jika instalasi compiler dilakukan sesudah Linux Mandrake di install.

Jika compiler C (gcc) telah terinstall dengan baik, langkah selanjutnya adalah menginstalasi software tar.gz tersebut. Langkah yang perlu dilakukan sebetulnya cukup standar, yaitu:

  1. copy-kan paket-software.tar.gz ke directory /usr/local/src.
  2. pindah cd /usr/local/src
  3. lakukan perintah

# tar zxvf paket-software.tar.gz

setelah perintah ini dilakukan maka software akan di uncompress dan akan di simpan pada directory /usr/local/src/paket-software.

  1. pindah ke cd /usr/local/src/paket-software.
  2. lakukan konfigurasi software, ada beberapa cara yang dapat digunakan tergantung bawaan instalasi software-nya, yaitu:

# ./configuration

atau

# make config

pada proses konfigurasi software akan men-cek berbagai subroutine / library yang dia butuhkan maupun setting yang kita inginkan. Biasanya jika library yang dibutuhkan tidak tersedia, akan diminta agar di install terlebih dulu.

  1. setelah konfigurasi dilakukan langkah selanjutnya adalah mengcompile sorce code, yaitu dengan:

# make

atau

# make all

  1. setelah semua source code tercompile dengan  baik langkah selanjutnya adalah menginstall objek code maupun binary yang dihasilkan ke sistem Linux yang kita gunakan. Hal ini dapat dilakukan dengan mudah juga, yaitu:

# make install

Selesai sudah semua proses instalasi, kita dapat menggunakan software yang kita install. Biasanya software tersebut terinstalasi di directory /usr/bin, /usr/sbin, /usr/local/bin atau jika kesulitan ada baiknya menjalankan perintah # locate nama-software.

Ke untungan mengcompile sendiri paket software terutama kita dapat membaca source code, dan mengerti dengan baik cara kerja softweare yang kita install. Di smping itu ada banyak hal biasanya yang tidak tertulis di dokumentasi software yang hanya dapat dibaca di source code maupun file INSTALL atau README bawaan software.

Selamat mencoba.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s